Pengelolaan Pembangunan

1. Taman Pembibitan Krueng Aceh (2008)

Taman Kota ini dibangun atas kerjasama antara Yayasan Bustanussalatin, BRR-RANTF dan Pemerintah Kota Banda Aceh. Taman ini digunakan sebagai tempat pembibitan tanaman khas Aceh dan berfungsi sebagai tempat rekreasi warga Aceh. Pembangunan taman ini dilaksanakan selama 6 bulan dan diresmikan oleh Walikota Banda Aceh pada tanggal 2 Agustus 2008.

Taman ini memuat bibit –bibit dan tanaman khas Aceh yang berasal dari wilayah Nanggroe Aceh Darussalam. Pada Taman ini terdapat gazebo, shelter, rumah bibit (tildenet), lampu taman, bangku taman, dermaga, dan turap yang berfungsi dalam kegiatan pembibitan dan rekreasi. Untuk akses masuk ke dalam taman ini dibangun tangga dan ramp.

1 2

3 4

2. Pembangunan 22 Tugu Plakat Jejak Budaya (2008)

Sebanyak 22 Tugu Plakat Jejak Budaya dibangun pada titik-titik bersejarah di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Pada setiap tugu terdapat plakat tembaga yang menuliskan cerita dan sejarah kebudayaan dari setiap tempat bersejarah tersebut dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Aceh dan Bahasa Inggris. Pada setiap tugu juga di tanam tanaman bunga dan pohon.

 7 8

5 6

 

3. Penataan Sungai Krueng Daroy, Banda Aceh (2008)

Kegiatan Penataan Sungai Krueng Daroy dilakukan dengan pekerjaan :

a. Penanaman 99 pohon persahabatan

Penanaman 99 pohon Tin dilakukan di tepi Sungai Krueng Daroy yang merupakan bagian dari Taman Bustanussalatin seperti yang diceritakan oleh Nurrudin Ar-Raniry dalam Kitab Bustanussalatin.  Jumlah pohon Tin sebanyak 99 buah merupakan simbol dari jumlah nama – nama Allah SWT. Kegiatan ini selaras dengan visi misi Kota Banda Aceh yang merupakan kawasan wisata hijau yang agamis.

9 10

 

b. Pekerjaan pembuatan 7 bangku elemen Taman Bustanussalatin

Pada setiap buah bangku terdapat batu marmer betulisakan lemen Taman Bustanussalatin seperti yang diceritakan oleh Nurrudin Ar-Raniry dalam Kitab Bustanussalatin.

 11

c. Penempatan tempat sampah organik dan anorganik

Untuk menjaga kebersihan lingkungan di sekitar sungai, maka disediakan tempat sampah yang didesain khusus untuk jenis sampah organik dan non-organik. Tempat sampah ini akan berguna untuk menjaga kebersihan di sekitar lokasi wisata ini.

12

 

4. Taman Internasional Aceh Thanks The World

a. Monumen Ombak, Tugu Plakat,  Jogging Track, Pohon Persahabatan (2008)

Taman ini dibangun sebagai simbol dari rasa terima kasih masyarakat Aceh kepada dunia yang telah membantu dalam merehabilitasi Aceh pasca bencana gempa dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam. Pada Taman ini dibangun Monumen Ombak sebagai Enterance Site, 53 tugu plakat bertuliskan “Terimakasih dan Damai” dalam 53 bahasa nasional dari negara-negara donor, Jogging Track, Athletic Track, serta penanaman lebih dari 200 pohon sebagai simbol persahabatan.

13 14

16 15

 

b. Pembangunan Gerbang Masuk Taman Internasional Aceh Thanks The World (2009)

Gerbang ini merupakan pintu masuk menuju Taman Internasional Aceh Thanks The World di Blang Padang, Banda Aceh. Pada Gerbang terdapat replika 53 Bendera negara asing sebagai tanda penghormatan karena telah menyumbangkan dana untuk membantu rakyat Aceh pasca tsunami.

17

 

 

5. Pekerjaan Hutan Kota BNI, Tibang – Banda Aceh (2010 -2012)

18

19 23 22 21 20

24 25 26

29 28 27

Hutan Kota BNI merupakan pekerjaan yang terlaksana atas kerjasama Yayasan Bustanussalatin, PT. BNI 46 Persero dan Pemerintah Kota Banda Aceh bersama Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota yang berkomitmen dalam kegiatan pelestarian lingkungan (go green). Hutan Kota ini dibangun pada lahan seluas ± 7 Ha berlokasi di Gampong Tibang, Banda Aceh. Pada Hutan Kota ditanam >110 spesies pohon dan bunga.

Pekerjaan Hutan Kota BNI, Banda Aceh meliputi:

  • Pekerjaan Pembangunan Tahap I – Penanaman Pohon (2010).

Penanaman sekitar 3000 batang pohon dari ± 90 species pohon (kini sudah > 3500 pohon dari 110 species).

30

31

  • Pekerjaan Pembangunan Tahap II – Pembangunan Infrastruktur Dasar (2010 – 2011).

Pembangunan sarana dan prasarana penghijauan (sumber air) serta fasilitas wisata (jalur pedestrian dan jembatan).

32s

  • Pekerjaan Pengembangan Tahap I – Peningkatan kualitas tanah & Capacity Building (2011 – 2012).

Meningkatkan kualitas kesuburan tanah dan kegiatan pelatihan perawatan tanaman dan pengelolaan dengan melibatkan masyarakat dan mahasiswa.

6. Pekerjaan Taman Kota BNI Trembesi, Peulanggahan (2011)

Seperti halnya Hutan Kota BNI, pendekatan pembangunan Taman Kota Trembesi adalah pemberdayaan masyarakat lokal. Kali ini Yayasan Bustanussalatin berperan sebagai COMMUNITY ORGANIZER (C.O.). Ruang lingkup dari pekerjaan ini adalah Pekerjaan Penanaman 204 pohon trembesi (Samanea saman), dan berbagai jenis pohon buah-buahan (jenis jambu, belimbing, dan mangga). Membangun fasilitas bermain anak dan Park Furniture. Penyediaan infrastruktur listrik dan air bersih serta Pemeliharaan (pasca tanam).